Tuhan itu Nyata; Tak Peduli Bagaimana Perasaan Anda


Yesaya 8:17 “Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia”
__________________________________________

Sangat mudah untuk menyembah Tuhan ketika segala sesuatu berjalan dengan baik dalam hidup Anda – ketika Dia telah menyediakan kebutuhan Anda, teman, keluarga, kesehatan, dan situasi bahagia.
Tetapi keadaan tidak selalu menyenangkan.
Lalu bagaimana Anda menyembah Tuhan?
Apa yang Anda lakukan ketika Tuhan sepertinya berada jutaan mil jauhnya?

Level terdalam penyembahan adalah memuji Tuhan meskipun dalam kesakitan, berterima kasih kepada Tuhan selama kesulitan, mempercayai Dia dalam pencobaan, berserah ketika menderita, dan mengasihi Dia ketika Dia seakan jauh.

Persahabatan sering diuji oleh perpisahan dan kesunyian.
Anda terpisah oleh jarak fisik atau dalam posisi Anda tidak dapat berbicara.

Dalam persahabatan Anda dengan Tuhan, Anda tidak akan selalu merasa dekat dengan-Nya.

Philip Yancey dalam bukunya telah dengan bijak mencatat,
“Setiap hubungan mengalami saat-saat dekat dan saat-saat jauh dan dalam hubungan dengan Allah, tidak peduli seberapa intim, pendulum akan berayun dari satu sisi ke sisi lainnya.”
Saat itulah menyembah Tuhan akan serasa sulit.

Untuk mendewasakan Anda, Tuhan akan mengujinya dengan periode waktu pemisahan-waktu ketika Anda merasa Tuhan seolah-olah telah meninggalkan atau melupakan Anda.
Tuhan terasa sejuta mil jauhnya.
Hal ini sering disebut sebagai hari-hari kekeringan rohani, keraguan, dan keterasingan dari Allah, sebagai “malam-malam gelap bagi jiwa.”

Henri Nouwen menyebutnya “pelayanan ketidakhadiran.”
AW Tozer menyebutnya “pelayanan malam.”

Selain Yesus, Daud memiliki persahabatan yang paling dekat dengan Tuhan lebih dari siapa pun.
Tuhan dengan senang menyebut Daud sebagai “seseorang yang berkenan di hati Tuhan.”
(1 Samuel 13:14; Kisah Para Rasul 13:22)

Namun Daud sering mengeluh mengenai “ketidak hadiran” Allah:
– Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan? (Mazmur 10:1)
– “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.” (Mazmur 22:1)

Tentu saja, Tuhan tidak benar-benar meninggalkan Daud, dan Dia tidak meninggalkan Anda.
Dia telah berulang kali berjanji, “Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak meninggalkan engkau.”
__________________________________________

Tuhan selalu mengasihi dan menyertai Anda, penyertaan Tuhan tidak tergantung dari perasaan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sumber CPG

Leave a comment

Filed under menu ok, Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s