Knowledge Management System


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1             LATAR BELAKANG

        Pengetahuan merupakan  asset intelektual dari suatu organisasi. Bagi perusahaan suatu proses belajar, kreatifvitas dan inovasi sebagai ide dasar dari suatu organisasi atau perusahaan. Penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi adalah media untuk melakukan pembuatan, penyimpanan dan penyebaran pengetahuan bagi organisasi dan perusahaan di era teknologi informasi sekarang ini. Management yang menerapkan asset intelektual dan mengetahui nilai keuntungan yang dapat diperoleh dari asset intelektual tersebut adalah management yang berhasil.

        Pengetahuan harus di kelola untuk dapat menjelaskan hubungan pengetahuan dengan strategi organisasi dan perusahaan. Suatu organisasi dan perusahaan haruslah mengembangakan tujuan strateginya dan mengidentifikasikan setiap kebutuhan pengetahuannya untuk kedepannya dapat mengimplementasikannya dalam strategi yang dipilihnya. Strategi yang dipilih perusahaan dapat di bandingakan dengan asset knowledge yang ada dalam perusahaan. Pemilihan strategi berdasarkan eleman-eleman  yang mempengaruhi langsung pada pengetahuan itu sendiri. Perkembangan teknologi saat ini sangat memungkinkan untuk organisasi dan perusahaan untuk menerapkan teknologi berbasis web untuk mengelola pengetahuan. Maka dari itu perlu adanya upayah untuk mengelola pengetahuan (knowledge management) tersebut. Bagaimana upayah memperlakuakan pengetahuan sebagai sumber daya bagi suatu organisasi dan perusahaan.

        Penulis akan membahas suatu penerapan knowledge management system pada suatu organisasi dan perusahaan berdasarkan permasalahan yang ada diatas. Pembahasan yang dilakuakan penulis bersifat deskriptif, dengan melakukan studi pustaka melalui buku, website perusahaan dan website perusahaan yang terkait. Kenapa penulis memilih metode ini karena keterbatasan waktu dalam menganalisa penerapan knowledge management system di perusahaan saya berkerja.

 

 

1.1              Tujuan

        Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. 1.         Mempelajari konsep-konsep knowledge management
  2. 2.         Menambah wawasan dan pengetahuan terkait penerapan knowledge management system teknologi informasi pada perusahaan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1              Terminologi knowledge

2.1.1        Pengertian Knowledge Management

            Knowledge management merupakan manajemen pengetahuan vital secara eksplisit dan sistematis dan proses yang berasosiasi pada pembentukan, pengorganisasian, difusi, penggunaan dan eksploitasi (Skyrme, 1998). Sedangkan menurut Anonim di dalam Estriyanto et al. (2008), adalah proses bagaimana sebuah organisasi mengambil keuntungan dari aset berbasis intelektual dan pengetahuan.

 

2.1.2        Sumber knowledge

Terdapat dua jenis pengetahuan yang dapat digunakan di organisasi dan perusahaan, pengetahuan explicit dan pengetahuan tacit, yang dapat di exprsesikan sebagai berikut:

Pengetahuan = Pengetahuan explicit + Pengetahuan tacit

Explicit knowledge atau pengetahuan eksplisit, dapat diexpresikan dalam kata-kata dan angka, serta dapat disampaikan dalam bentuk formal ilmiah, speksifikasi, manual-manual, dan sebagainya. Pengetahuan jenis ini dapat segera diteruskan dari satu individu ke individu lain secara formal dan sistematis.

Di lain pihak, tacit knowledge atau pengetahuan terbatinkan, bersifat sangat personal dan sulit dirumuskan, sehingga membuatnya sulit untuk  dikomunikasikan atau disampaikan pada orang lain. Perasaan pribadi, intuisi, bahasa tubuh, pengalaman fisik, petunuk praktis (rule of  thumb) termasuk dalam jenis pengetahuan terbitan.

 

2.2              Transfortasi Knowledge

Menurut SECI Model, terjadi empat proses transfer pengetahuan, yaitu socialization, externalization, combination dan internalization. Socialization (tacit ke tacit) adalah proses transfer informasi diantara orang-orang dengan cara conversation/percakapan. Seperti menggunakan teleconference membahas topik tertentu dan dapat juga mengadakan brainstroming atau meeting internal bagi setiap bagian-bagian di perusahaan, sehingga hasil dari diskusi tersebut masing-masaing personal akan menambah pengetahuannya. Proses selanjutnya adalah externalizaton, yaitu transfer dari tacit knowledge ke explicit knowledge. Misalnya, penulisan buku, jurnal, majalah, notulen meeting dan lain-lain dalam suatu diskusi. Combination adalah transfer dari explicit knowledge ke explicit knowledge, misalnya, merangkum buku dan file-file dalam bentuk document dalam komputer seperti file format pdf, doc, xml, ppt dan lain-lainnya yang dapat disimpan dalam sebuah server sehingga dapat mempermudah mangement pengetahuan dan dapat dibuatkan suatu portal dalam teknologi webiste. Internalization adalah transfer dari explicit knowledge ke tacit knowledge, misalnya, seorang leader  mengajar bawahannya dan menyediankan sistem dokumentasi setiap jenis kerusakan pada barang, sehingga operational mengetahui solutionnya dari kerusakan barang tersebut dan dokumentasi tersebut pun dapat berguna untuk bagian-bagian yang terkait seperti R&D, QA , Production, dan lain-lainya.

Proses transfer pengetahuan berlangsung berulang-ulang membentuk suatu siklus. Hal inilah yang menyebabkan pengetahuan terus berkembang dari waktu ke waktu. Jadi menurut konsep SECI, siklus transfer pengetahuan akan terus berputar dan berkembang.

KNOWLEDGE_MANAGEMENT SECI

Leave a comment

Filed under Knowledge, Learn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s