Memilih untuk Bersyukur




Habakuk 3:17-19

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Ada cerita tentang dua anak yang bernama Ceria dan Murung. Seperti na­manya, Ceria sifatnya periang dan selalu ter­senyum. Sebaliknya, Murung suka me­nge­luh dan selalu cemberut. Suatu kali Murung mendapat hadiah telepon geng­gam dari orangtuanya. Ia senang sekali, te­tapi tidak lama wajahnya murung lagi. Ia khawatir teman-temannya meminjam tele­pon genggamnya itu dan merusakkannya. Bukannya mendatangkan kegembiraan, hadiah itu malah menjadi beban buatnya.

Pada saat bersamaan, Ceria juga men­­­d­apat hadiah dari orangtuanya, yaitu ko­toran kuda. Ketika menerima hadiah itu, Ce­ria kaget sekali, tetapi segera ia berpikir, “Ah, masa Ayah dan Ibu hanya memberi ko­toran kuda, pasti ada sesuatu yang baik di balik ini.” Ia lalu menghampiri ayah dan ibunya. “Ayah dan Ibu sangat mengasihi saya, jadi tidak mungkin hanya memberi kotoran kuda. Ini pasti sebuah tanda, bahwa Ayah Ibu sudah membelikan seekor kuda buat saya,” kata Ceria seraya tersenyum dan memeluk mereka.

Cerah suramnya kehidupan kerap tidak tergantung pada kondisi di luar diri kita, tetapi pada bagaimana kita memandang dan menyi­kapi­nya. Habakuk hidup dalam masyarakat yang keras hati dan pe­nuh dengan kejahatan (Habakuk 1:2-4). Walaupun demikian, ia tetap berpe­gang teguh pada imannya. Ia tidak membiarkan dirinya teng­gelam da­lam kesusahan. Sebaliknya, ia mengarahkan diri pada ka­sih dan kuasa Tuhan, karenanya ia tetap dapat bersyukur. Sekarang ini, kita mungkin tengah berada dalam kondisi yang sulit, tetapi sesungguhnya dalam keadaan demikian pun kita tetap dapat me­milih untuk bersyukur.

DALAM KEADAAN APA PUN

SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Sumber RenunganHarian

Leave a comment

Filed under menu ok, Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s