Berani Gagal


NILAI KEGAGALAN

 Mengapa kita perlu mengalami “hujan”?Mengapa kita mesti gagal?Saya akan menyusun ungkapan ini dengan cara lain-Mengapa kita mesti mengalami “Gagal”?Untuk menjelaskan hal ini,lebih baik kita lihat beberapa contoh.

             Pernahkah anda melihat sebutir berlian mentah? Saya yakin jika hari ini kita berhadapan dengan beberapa butir “Berlian mentah”, sebagai besar kita tidak akan mengenalinya. Ia seperti batu kasar biasa. Anda yang telah membaca buku masyhur berjudul “Acres of Diamonds” (0.4046 hektar Berlian) karya Russell H Conwell setujuh dengan peryataan ini.Peran utama kisah ini ,Ali, malahan meninggalkan “0.4046 hektar Berlian” untuk mencari berlian di tempat lain karena tidak mengetahui bagaimana sebenarnya rupa berlian mentah.

             Sekarang, bagaimana  “batu kasar” ini dapat diubah menjadi berlian cantik yang begitu digemari oleh setiap wanita? Dengan memoles! Ya, berlian mentah dipoles dan digosok berulang kali, sehingga menjadi berlian yang anda lihat di lemari perhiasan. Batu berlian perlu digosok berulangkali sebelum menjelma sebagai berlian perhiasan. Begitu juga dengan kita semua. Kita perlu diuji dengan masa sulit, dan menderita sebelum menjadi unggul!

                        “Berlian adalah sebutir batu arang yang menjadi unggul akibat tekanan.”

Ada pepatah lama yang berbunyi :

“Krisis besar dan peperanganlah yang melahirkan tokoh-tokoh agung.”

             Jika memandang ke langit waktu malam, kita akan melihat bahwa SEMAKIN GELAP langit, SEMAKIN TERANG kelihatan bintang-bintangnay! Mengapa kita tidak dapat melihat bintang di waktu siang hari? Bukankah bintang ada disana. Bintang tidak kelihatan karena cahaya matahari terlalu kuat sehingga “melenyapkan” bintang dari pandangan.”kegelapan” diperlukan untuk melahirkan bintang!

             “Kesusahan dan kekalahan memungkinkan kita mengembangkan akal dan maju kedepan”.

Satu lagi contoh ialah emas, bahan perhiasan dimana orang rela mati untuk mendapatkannya. Semakin panas api yang melebur semakin murni emas dihasilkan. Masa sulit, masa buruk, masa  murung, mas menderita, semuanya dijadikan untuk membentuk diri anda sebagaiman api membentuk emas.

             Tetapi kebanyakan dari kita tidak memahaminya. Ketika mengalami masa sulit, masa mengecewakan, kita menjadi marah dan kecewa. Kita mulai memaki dan menyumpah-serapah. MENGAPA AKU? Orang yang tidak dapat mengetahui manfaat pengalaman buruk mungkin terus tunduk kepada nasib dan menghabiskan sisa hidup sebagai orang yang marah dan kecewa, dan juga menjadi pecundang.

                        Pada kondisi demikian saya ingin berkata kepada semua orang-orang ini- anda tidak sepatutnya bertanya MENGAPA AKU? Anda sepatutnya bersyukur kepada Tuhan karena anda yang mengalaminya! Anda telah terpilih!

             “Tokoh-tokoh besar di dunia semuanya terpaksa berjuang menentang segala jenis kerumitan. Di kala tidak mengalami kesusahan, anda belum mengembangkan pribadi . di kala segala-galanya berjalan dengan mundah,anda tidak ada arinya sama sekali. Anda tidak bernilai, karena tidak berbuat apa pun”.

             Hidup ditak lepas dari kesalahan atau anugrah apabila anda gagal. Ini tentang pembelajaran bagaimana mengatasi masalah tersebut untuk mencapai hasil yang gemilang.

            Masa menderita adalah waktu untuk belajar! Betapa benarnya kenyataan ini, tetapi banyak dari kita yang tidak menyadarinya. Banyak tokoh besar dapat membutikan. Pelajaran terbaik yang di peroleh dipelajari semasa sulit! Semasa bagus, tatkala segalanya menyenagkan, enta bagaimana hanya sedikit sekali yang dapat dipelajari. “ Kegagalan adalah peluang untuk memulai lebih pintar.”

             Penting sekali bagi kita untuk menyadari bahwa kita sepatutnya belajar meskipun dalam masa sukses. Bagaimana kita berbuat begitu? Dengan sekali-kali merenungkan masa sulit, ketika menderita, ketika merenung, ketika segala-galanya seperti menentang, niscaya kita akan memperoleh pelajaran terbaik darinya.

             Pada suatu ketika dua orang asisten Thomas Edison yang kecewa berkata: “Kami baru saja menyiapkan percobaan yang ketujuh ratus dan masih belum mendapatkan jawabannya. Kami gagal.”

“Tidak sahabat-sahabatku, kamu belum gagal,”jawab Edison. “Hanya kita yang lebih mengetahui tentang hal ini. Kita yang mendapat jawabannya, karena kita tahu semua permasalahan yang tidak patut kita buat. Jangan dianggap suatu kegagalan . anggaplah suatu “pendidikan”.

Jika masih mampu terus mencoba setelah tiga kali gagal menjalankan tanggung jawab yang ada, anda dapat mempertimbangkan diri sebagai calon pemegang tampuk pimpinan dalam jabatan anda sekarang. Jika masih terus dapat mencoba setelah berulang kali gagal, benih kemampuan luar biasa sedang tumbuh dalam diri anda.

 Kata Mutiara >>>                                                                                    

“Orang yang sukses bukanlah orang yang mundur, takut gagal, atau orang yang tidak pernah gagal… tetapi adalah orang yang selalu terus bergerak maju meskipun gagal.” -Charles Swindoll

 “… Ada kecenderungan untuk menghindari kegagalan dan meninggalkan. Banyak institusi penelitian yang kehilangan arah karena kegagalan yang tidak dianalisa. Jadi belajar yang sejati adalah belajar dari kegagalan.” -Andrew Grove Ketua Umum dan Pendiri dari Inter Crop.

 “Saya tidak membagi dunia dengan ’orang yang lemah dan kuat’ atau ‘orang sukses dan orang gagal’ atau ‘orang yang berhasil dan orang yang tidak’. Saya membagi dunia dengan ‘orang yang mau belajar dengan yang tidak mau belajar’.” -Benjamin Barber

 Dikutip dari buku Billi P.S. Lim

Leave a comment

Filed under Learn, Motivasi, Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s