Motivasi


DEFINISI MOTIVASI

Motivasi adalah kemampuan untuk bertindak.

Banyak organisasi mengganti cara motivasi, dari “perintah dan kendali” jadi “petunjuk dan restu”. Perubahan ini muncul karena para majikan sadar bahwa memberi penghargaan atas kerja yang baik lebih lebih efektif dari ancaman hukuman atas buruknya pekerjaan.

 MEMAHAMI MOTIVASI

Hierarki Maslow :

KEBUTUHAN FISIOLOGIS :

Papan; sandang; pangan; sex-kebutuhan primodial manusia

KEBUTUHAN SOSIAL :

Interaksi dengan orang lain; punya teman

KEBUTUHAN RASA AMAN :

Adanya rasa aman; terhindar dari rasa cemas

AKTUALISASI DIRI :

sadar akan potensi diri; mencapai keberhasilan

KEBUTUHAN HARGA DIRI :

Dihormati orang lain; dihargai

Abraham Maslow berpendapat bahwa pemenuhan kebutuhan fisiologis dan kemananan saja tidak bisa sepenuhnya memotivasi orang. Bila kedua kebutuhan ini telah terpenuhi, kebutuhan lain akan muncul. Hierarki Maslow dapat diterapkan pada setiap aspek kehidupan. Semakin ambisi dan puas seseorang akan semakin besar pula konstribusinya bagi organisasi.

Hierarki Maslow sangat relevan di tempat kerja karena seseorang tidak hanya perlu uang dan fasilitas, melainkan juga rasa hormat dan interaksi dengan orang lain.

 MEMAHAMI PERILAKU/ MELIHAT ANTUSIASME

Motivasi positif biasa ditandai dengan sikap positif : senyum, sikap bersemangat dan tenang. Orang yang tertarik atau antusias menjalankan tugasnya biasanya matanya bersinar karena pupil matanya membesar. Kontak mata juga menjadi ukuran motivasi; orang yang tidak termotivasi umumnya menghindari tatapan langsung. Semburat wajah bisa menandakan suka cita dan nafas yang cepat mungkin pertanda antusiame; kedua hal ini merupakan pertanda motivasi yang baik.

 MENGENALI MOTIVASI

Tanda-tanda seseorang terutama staff yang termotivasi :

–          secara sukarela menawarkan tenaga dan pikiran ataupun kontribusi yang lain.

–          Selalu menanggapi permintaan dan penugasan baru dengan positif.

–          Bekerja dengan prestasi.

–          Tampak senang bekerja.

–          Selalu menjawab dengan jujur.

Tempat kerja dan penampilan yang rapi menandakan sikap positif terhadap kerja. Pekerja yang termotivasi meja kerjanya rapi agar dapat menemukan apa yang diperlukannya, sementara perhatian terhadap penampilan menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan.

 MENGURANGI DEMOTIVASI

Demotivasi tempat kerja sering disebabkan oleh sistem yang buruk atau beban yang berlebih. Demotivasi antara lain ditandai seringnya staff mangkir dan berhenti. Mengenali demotivasi tak berguna kecuali kita berniat menghilangkan penyebabnya. Ingat pula bahwa sikap dan kinerja yang buruk tidak selalu disebabkan oleh demotivasi tempat kerja. Bila kondisi ini berlanjut, mungkin masalah pribadi penyebabnya.

Demotivasi tidak selalu tampak jelas, tetapi  perhatikan tindakan defensive, protektif, seperti melipat tangan ke dada ketika duduk tanpa sadar mengepalkan tinju. Tak adanya perhatian, satu tanda awal demotivasi, bisa tampak pada ekspresi wajah. Mengetuk-ngetuk meja, tidak bisa tenang juga pertanda buruk. Sikap “masa bodoh” dan tidak adanya antusiasme kerja mungkin terlihat pula. Biasanya ini merupakan kebalikan dari motivasi, dimana penampilan dan meja yang berantakan menandakan sikap masa bodoh terhadap pekerjaan, sementara kepala yang ditopang tangan adalah tanda kebosanan.

 MENUMBUHKAN MOTIVASI

Motivasi tergantung pada tujuan yang jelas yang akan dicapai dengan manajemen yang baik. Karena motivasi itu sifatnya pribadi, usahakan dorongan pribadi sejalan dengan tujuan perusahaan dan unit kerja kita khususnya. Dasar pemikirannya adalah agar semua orang tahu apa yang ingin dicapai organisasi, apa yang harus dilakukan bagiannya untuk mencapai sasaran dan bagaimana sebagai pribadi, ia perlu berperan.

 Adapun cara menumbuhkan motivasi antara lain :

  1. Meningkatkan komunikasi

Menyediakan informasi yang sekiranya bisa menmbahkan motivasi seseorang. Bisa dengan menggunakan media elektronik, pertemuan, maupun media masa. Bisa juga dengan mengadakan diskusi maupun pengambilan keptusan bersama yang menyangkut kepentingan bersama.

  1. Menciptakan budaya tak menyalahkan

Kegagalan bukan sesuatu yang harus disalahkan, tapi merupakan sesuatu yang harus dipelajari sehingga bisa berhasil kembali.

  1. Kerjasama

Adanya sikap saling mendukung harus bisa ditunjukkan secara tulus. Ucapan terima kasih bisa dijadikan sebagai penghargaan yang bisa memotivasi kerjasama.

  1. Inisiatif

Kemampuan mengambil inisiatif tergantung pada pemberdayaan serta lingkungan yang menghargai kontribusi. Inisiatif akan muncul sebanyak apapun yang diminta, selama ada dukungan.

  1. Tawaran Insentif

Berhubungan dengan financial, tapi bisa berupa non financial.

 MENCEGAH DEMOTIVASI

Manajemen manusia jarang berjalan lancar, emosi sering kali tinggi pada kedua belah pihak. Teknik yang paling berharga untuk mencegah matinya motivasi adalah sikap simpatik dan pengertian.

Cara menangani hilangnya motivasi tergantung pada keadaan. Hilangnya motivasi bisa disebabkan stres, emosi atau penyakit, bisa pula karena ada masalah dengan pekerjaan itu sendiri. Disini yang berperan penting adalah komunikasi antar pribadi.

Segala sesuatu berawal dari dalam diri kita, keraguan bukan awal kesuksesan, tetapi keberanian juga bukan awal keberhasilan. Segala yang dipertimbangkan secara matang dan berani menanggung resiko bisa membuahkan hasil yang lebih baik, daripada hanya menunggu.

Leave a comment

Filed under Learn, Motivasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s