Ibadah Yang Tak Pernah Mengecewakan


Mazmur 29:2

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!

Di hari minggu, ketika jemaat keluar dari tempat ibadah, diantara kerumunan di lapangan parkir ada suatu kalimat yang umum terdengar.

“Aku tidak dapat apapun hari ini..”

“Aku tidak dapat apaunpun dari kotbahnya.”

“Lagunya bagus, tapi aku tidak dapat apa-apa dari penyembahannya.”

Apakah terdengar familiar? Mungkin Anda bukan hanya sering mendengar, tapi juga pernah merasakannya. Hal ini seperti akar yang kering dalam jemaat, bagaikan manifestasi rayap yang menggerogoti sebuah bangunan. Seperti sebuah epidemi yang terlihat sulit untuk dihentikan.

Tapi mari kita coba. Lihat apakah kita bisa membuat sedikit perbedaan dengan kehidupan kita, di gereja dan dalam penyembahan. Kita mungkin tidak bisa mengubah semua orang, namun kita mungkin bisa membantu satu atau dua orang dengan waktu yang kita luangkan.

  1. Anda tidak harus “mendapatkan sesuatu dari pelayanan.”

    Penyembahan bukanlah tentang Anda dan saya. Bukan tentang mendapakan apa yang kita butuhkan. Bukan tentang penampilan si pendeta atau para pelayan mimbar.

  2. Penyembahan adalah tentang Tuhan

    Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! Mazmur 29:2

    Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. 1 Tawarikh 16:29

    Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! Mamur 96:8

    a) Kita datang ke gereja untuk memberi bukan menerima

    Jika Anda datang ke suatu tempat dengan harapan akan “menerima” dan ternyata setiba disana harus memberi, maka hal itu pasti akan membuat Anda frustasi. Hal inilah yang terjadi di gereja. Motivasi awal yang salah membuat mereka yang datang ke gereja menjadi kecewa.

    Seseorang harus memberitahu mereka, bahwa motivasi mereka harus diperbaiki.

    b) Kita memberikan kemuliaan kepada Tuhan, bukan untuk manusia.

    c) Kita memuliakan Tuhan karena hal itu adalah hak Tuhan, Dia layak untuk disembah.

  3. Keegoisan akan menghancurkan semua penyembahan

    Jika fokus kita adalah diri sendiri ketika masuk ke dalam gereja – mendapatkan apa yang kita butuhkan, belajar sesuatu, mendengarkan kotbah yang memberkati kita, dikuatkan oleh puji-pujian – maka Kristus tidak akan mendapatkan tempat.

    Kita harus kembali kepada konsep Alkitabiah tentang penyembahan – memberikan apa yang menjadi hak Tuhan sesuai dengan perintah-Nya – hal inilah yang harus menjadi dasar setiap kali kita datang beribadah. Hal inilah yang seharusnya memotivasi kita terus menerus untuk menyembah Tuhan, daripada nasihat pemimpin kita.

Hari ini, mari kita mulai memperbaiki dasar kehidupan penyembahan kita, sehingga ketika kita datang dalam sebuah ibadah, kita tidak menjadi kecewa karena motivasi kita benar dan berkenan di hadapan Tuhan.

Ingin lebih dalam lagi menggali kebenaran tentang penyembahan ini? Nantikan bagian ke II artikel ini.

sumber : http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/110528211746/limit/0/Ibadah-Yang-Tak-Pernah-Mengecewakan.html

Leave a comment

Filed under Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s