Mereka Perlukan


Bagi banyak orang, uang seribu itu sangat berharga. Coba perhatikan, tukang-tukang ojek dekat rumahmu. Mereka dengan antusias mengantar penumpang demi uang dua sampai tiga ribu rupiah. Lebih beruntung lagi, bila ada penumpang yang minta diantar ke tempat jauh sehingga bisa membayar 10.000 – 20.000 rupiah. Mereka berjuang di bawah panas terik demi menghidupi anak dan isterinya.

Tapi sayang, banyak di antara kita yang ‘membuang-buang’ uang. Kita mempunyai uang berlebih tapi menggunakannya untuk melakukan dosa seperti membeli ectasy, rokok, bacaan/vcd porno, hura-hura di diskotek, membayar pelacur, dan sebagainya. Padahal kita mengaku sebagai orang Kristen. Parahnya lagi, kita pergi ke gereja setiap hari minggu namun hidup dalam dosa, tidak tahu bersyukur.

Dua hari yang lalu, aku kaget ketika mendengar berita bahwa seorang tukang ojek langgananku bernama Mul mencoba bunuh diri di rumahnya dengan meminum hampir setengah liter baygon. Kabarnya, ia berbuat nekat setelah berkelahi dengan saudaranya.

Saat mendengar berita itu, terlintas bayangan Mul berpakaian lusuh yang sering mengantarku ke Kampung Melayu, ke Bank atau ke tempat-tempat yang tidak jauh dari rumah. Dari 8 orang tukang ojek di gang rumahku, Mul adalah pribadi yang paling ceria, paling aktif, paling ngocol, paling ramai. Keceriaannya itu terpancar setiap kali hendak mengantar penumpang. “Mul, kita ke Kampung Melayu,” kataku singkat. “O..kee..hhh,” jawab Mul girang.

Namun setelah mendengar berita kenekatannya itu, aku mulai berpikir dan teringat sebuah lagu yang sering kunyanyikan sewaktu baru bertobat dulu. “Tiap hari kutemukan… mereka yang terhilang… hidupnya tak menentu… arah tujuan… Dalam tawa mereka… tersimpan duka… Mereka perlukan… Mereka perlukan… Kasih Yesus yang besar… sebagai jawaban…

Dulu lagu ini merupakan gambaran diri saya sendiri. Setiap kali menyanyikan lagu ini saya melihat diri saya yang membutuhkan belas kasihan Tuhan. Saya menyadari, seringkali dalam tawa kita sendiri, dalam tawa teman-teman kita, dalam tawa keluarga kita tersimpan duka yang sangat dalam. Kita/mereka menjerit dalam tangis menimbun kepahitan dan kekecewaan. Terkadang luka itu terlupakan, namun sering kali luka itu terbuka kembali membuat hidup tidak lagi berarti.

Ada di antara kita yang berhasil keluar dari kubang dosa, mau mengampuni dan hidup bersama Tuhan menggapai masa depan. Namun, tidak sedikit di antara kita yang terus menerus selama bertahun-tahun hingga ajal menjemput, hidup dalam rantai dosa generasi sebelumnya, tidak mau mengampuni, dan hidup dalam kehampaan dan keputusasaan. Berulang kali merusak diri sendiri bahkan mencoba bunuh diri.

Doaku yang terbesar, kiranya Tuhan menghujani kita dengan kasih-Nya, mencelikkan mata kita yang buta, dan menuntun langkah kita, sebab segala sesuatu yang sudah kita alami hanya bisa disembuhkan oleh tangan Yesus Tuhan kita. Aku berdoa, Tuhan mengajar kita untuk bersyukur setiap hari, menggunakan berkat-berkat yang diberikannya untuk kebaikan kita, untuk pelayanan-Nya dan bukan untuk memuaskan hawa nafsu dunia yang mencelakakan kita. Aku berdoa, terang kasih dan perbuatan baik kita terpancar memenuhi hati orang lain: tukang ojek, pedagang es kelapa, semua orang yang kita jumpai. Biarlah kita semua ingat, bahwa kita dipanggil bukan untuk diri sendiri tetapi untuk melayani. Mereka perlukan… mereka perlukan… Kasih Yesus yang besar… sebagai jawaban… People need the Lord… people need the Lord… At the end of broken dreams… He’s the open door… When will we/you realize… people/you need the Lord?…

http://www.mediafire.com/download.php?4dm28s55adnqxhn

pass: natachrist

Leave a comment

Filed under Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s